Menunggu, Menunggu, dan Menunggu Lagi..

3 Feb 2010

Sama halnya dengan kebanyakan orang lain, aku sangat tidak senang menunggu. Karena menunggu itu berarti membiarkan waktu berlalu-begitu-saja. Aku bilang berlalu-begitu-saja karena dalam menunggu itu waktu kita akan “hilang” oleh sebab memikirkan hal yang ditunggu tersebut. Aku benci dengan keadaan yang aku alami sekarang ini, keadaan yang selalu-memaksaku untuk memilih menunggu. Terlebih lagi, keadaan yang aku tunggu ini belum tentu akan sesuai dengan yang-aku-harapkan. Aku gak akan sebegitu membenci keadaan ini jika yang aku tunggu itu pada akhirnya akan menghasilkan sesuatu yang sesuai-dengan-harapanku. Yach, meskipun gak pasti sesuai, setidaknya tuch hasil mengarah ke harapanku-lah. Tetapi pada kenyataannya yang aku-alami-saat-ini adalah suatu penungguan yang hasilnya belum tentu sesuai-dengan-harapanku. Perbandingannya 50 : 50, seperti menang atau kalah, seperti judi.

Aku benci dengan keadaan ini. Aku tahu dan sadar, sangat sadar malah, bahwa keadaan itu tidak-pernah-salah. Karena apapun yang terjadi dan yang sudah terjadi, keadaan tidak akan bisa dirubah. Kita-lah yang harus menyesuaikan diri dengan setiap-keadaan-apapun. Seperti di lirik lagunya Drive, “tak mungkin menyalahkan waktu, tak mungkin menyalahkan keadaan“, setuju banget dech sama lirik ini. Waktu dan keadaan, sesuatu yang selalu berada di pihak yang gak-pernah-salah dan gak bisa diganggu-gugat oleh siapa pun. Dan pada akhirnya aku harus tetep-berusaha-tegar, meskipun sebenarnya sangat rapuh dalam menghadapi-semua-ini..

Berusaha tetep tegar di tengah kerapuhan,
Faiz


TAGS Waktu Keadaan Menunggu rapuh tegar


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post