Tanpamu …

26 Mar 2010

Rabu, 24 Maret 2010 jam 20.08 wita, aku menuju Renon, sebuah taman kota terkenal di Denpasar. Di Renon inilah banyak terukir sejarah tentang kita. Aku masih inget, kita 2 kali ke tempat ini bersama. Yang pertama, kita cuma jalan-jalan keliling Lapangan Renon. Aku cukup seneng waktu itu. Yang kedua, kita juga keliling. Cuma setelah keliling sebentar, kita duduk bersama di sebuah bangku yang ada di taman tersebut. Waktu itu aku lebih senang lagi karena kita bisa mengobrol dan bercerita lebih banyak. Dan sekarang, malam yang dingin ini, aku kembali duduk di bangku tempat dulu kita duduk bersama tersebut, cuma bedanya saat ini aku sendirian. Berada di Renon dan duduk di bangku ini otomatis mengingatkanku padamu. Aku teringat waktu kita duduk bersama di bangku yang aku duduki sekarang ini, juga teringat waktu kita pulang dari taman ini kita makan jagung bakar bersama. Waktu itu kamu ngotot untuk bayarin aku. Akhirnya aku yang mengalah. Semua lukisan tentang kita bersama masih tersimpan rapi di memory ingatanku. Dan aku ingin kebersamaan ini bisa terus berlanjut. Memang sich selain ke taman kota bersama, kita juga sering ke Pantai Sanur bersama, menikmati indahnya sunrise. Itu semua adalah kebersamaan kita beberapa bulan yang lalu, bukan sekarang.

Entah kenapa belakangan ini aku selalu teringat tentang masa lalu. Dari yang termanis, hingga yang paling pahit. Dari yang paling berjaya, sampai yang terkelam. Tapi ada satu kenangan yang lebih sering muncul di benakku belakangan ini, yaitu kenangan aku tentang kamu. Pengalaman bertemu dan bersama dengan kamu adalah sebuah cerita paling manis, tapi juga sekaligus yang paling sedih. Pengalaman yang mengajarkan kepadaku bahwa masih ada orang baik dan selalu mensupport-ku di luar sana. Kamu selalu memperlihatkan ketulusan dan kekuatan hati. Kamu yang selalu mendukung semua yang terbaik buatku. Kamu yang selalu mendengar segala keluh kesah ku, meskipun kamu pernah bilang ke aku klo kamu tidak suka dengan orang yang suka mengeluh. Sama, aku juga tidak suka dengan orang yang suka mengeluh. Tapi aku pikir semua orang pasti punya rasa kesal yang harus ditumpahkan. Dan rasa kesal yang ditumpahkan secara berlebihan pasti akan mengarah ke mengeluh. Kamu adalah penyaran terbaikku setelah orang tuaku. Dan satu hal yang aku harapkan, kebersamaan kita bisa terus berlanjut. Meskipun mungkin keadaan sepertinya tidak mengharuskan untuk berlanjut. Akan tetap aku kenang semuanya. Biarkan semua seperti seharusnya.

Sangat berharap bisa bersama kamu,
Faiz


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post