Idul Adha Di Denpasar

17 Nov 2010

Aku pengen sharing tentang suasana yang aku alami selama idul adha di Denpasar. Jika dihitung, ini adalah untuk keempat kalinya aku ber-idul adha di Denpasar. Dimulai dari pagi tadi jam 04.31 Wita alarm hpku sudah berbunyi membangunkanku dari tidur. Seketika itu aku mendengar sayup2 suara azan di luaran sana. Aku pun langsung bergegas keluar dari kostku menuju parkiran motor dan melaju ke masjid terdekat yaitu masjid Al Furqon di jalan Sudirman, tidak jauh dari kostku.

Seperti shalat subuh berjamaah di hari biasa, jamaah yang hadir di pagi buta tersebut cuma ada sampe 3 shaft. Padahal aku fikir akan banyak karena ini adalah hari raya Idul Adha, tapi ternyata aku salah. Pulang dari subuhan tersebut, aku langsung pulang menuju kostku dengan kecepatan motorku yang cukup tinggi, biasalah di pagi buta suasana jalan Sudirman yang gede tersebut sangat sepi sehingga gak asyik jika tidak ngebut, hahaha…

Sampe di kamar aku langsung nyalain hpku, dan segera sebuah panggilan masuk ke hpku dari ibuku di kampung, beliau berniat membangunkan anaknya ini dari tidur karena semalam aku sms agar subuhnya dibangunin. Setelah itu aku segera mandi dan siap berangkat ke Masjid Agung Sudirman untuk Shalat Ied. Sampai disana menunggu sebentar dan akhirnya ada pengumuman klo Shalat Ied nya dipindah ke lapangan TNI sebelah masjid tersebut. Aku pun akhirnya pindah ke lapangan tersebut. Akhirnya setelah agak siang jamaah mulai membludak sampe ini lapangan hampir gak muat menampungnya. Singkat cerita shalat ied selessai dan begitu keluar dari lapangan ini sebuah kemacetan panjang telah terjadi di luar sana. Jalan Sudirman yang di hari biasanya macet, saat itu jadi macet total. Ini karena di jalan ini ada perempatan dan terdapat 3 titik lokasi shalat Ied, yaitu di Lapangan Kampus Unud, di Masjid Al Furqon tempat aku shalat subuh tadi, dan di Masjid Agung. Sehingga kemacetan luar biasa harus terjadi, terlebih di depan Kampus Unud. Aku masih inget, tahun lalu aku Shalat Idul Adha di Lapangan Kampus Unud, dan sama juga macet parah.

Setelah melewati kemacetan parah tadi akhirnya aku sampe juga di kost. Segera aku bersiap-siap menuju kost sepupuku di Jl. Nangka Utara untuk bersilaturahmi, di tempat sepupuku ini aku disana sampai jam 9.30. Aku balik lagi ke kost untuk siap-siap kerja. Ya, di hari libur nasional ini aku masuk kerja, bukan sekedar masuk kerja, tapi kerja lembur. Aku harus lembur karena partner kerjaku yang libur. Di hari raya Idul Fitri kemarin aku yang libur, dia yang lembur, jadi sekarang gantian biar adil, aku yang lembur dan dia yang libur.

Sampai di temapat kerja di Kuta jam 11 siang, kerja seperti biasa sampai jam 9 malam. Nah, pulang kerjanya ini yang membuat aku stress. Kenapa? Ya karena setiap pulang kerja aku selalu terbiasa langsung beli nasi buat makan malam. Di hari raya ini, di malam hari sungguh sangat susah mencari warung Jawa atau warung muslim yang buka. Kebanyakan mereka libur semua, bahkan yang warung langgananku pun juga meliburkan diri. Akhirnya aku kelillling Denpasar mencari sekedar nasi goreng yang jual. Cari sana-sini semua pada tutup. Untung dapat juga akhirnya di Sanglah deket dengan Simpang Enam sana. Rasa lapar dan stress ku pun terobati..


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post